Sebagai seorang software developer sudah pasti kita selalu dituntut untuk terus belajar hal-hal baru. Hal ini dikarenakan teknologi informasi berkembang sangat cepat, sehingga jika kita tidak menyesuaikan dengan teknologi yang ada, kita akan sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan industri.
Mempelajari hal baru seperti bahasa pemrograman baru, framework baru, ataupun tools baru bisa dipelajari dimana saja. Salah satu cara yang paling populer adalah dengan mengikuti programming tutorial.
Mengikuti tutorial boleh dibilang merupakan salah satu cara termudah untuk belajar sesuatu yang baru. Karena biasanya kita dituntun step-by-step dari a sampai z, sehingga membuat kita merasa nyaman dan terkadang sudah merasa cukup hanya dengan mengikuti tutorial saja. Namun, terlalu sering mengikuti tutorial bisa menyebabkan kita kerjatuh kepada tutorial hell.
Apa itu Tutorial Hell?
Tutorial hell adalah suatu keadaan dimana kita terjebak dalam siklus terus menerus mengonsumsi programming tutorial tanpa mampu menerapkannya dalam dunia nyata dan membangun suatu aplikasi nyata.
Tutorial hell ini menjadi masalah karena hal tersebut dapat menghalangi programmer untuk membuat kemajuan dengan mencegah mereka menerapkan apa yang mereka pelajari, mengembangkan problem-solving skill, menjadi tidak bergantung pada tutorial, dan kehilangan motivasi.
Lalu, bagaimana cara kita terhindar dari Tutorial Hell?
Satu hal yang banyak direkomendasikan oleh banyak programmer adalah dengan memulai dengan membuat Project sederhana. Jangan mencoba membuat sesuatu yang terlalu besar dan kompleks diawal seperti membuat next Netflix atau Amazon. Buatlah project sederhana yang bisa kita selesaikan dalam waktu singkat, seperti aplikasi to-do list, kalkulator sederhana, dan sebagainya. Hal tersebut akan membantu kita untuk mempelajari dasar-dasar dan membangun kepercayaan diri kita.
Jangan takut gagal. Kegagalan adalah bagian dari proses pembelajaran. Yang penting kita bisa belajar dari kesalahan dan terus mencoba.
Dari project sederhana tadi bisa kita tambahkan fitur sedikit demi sedikit. Misalnya kita membuat aplikasi to-do list sederhana. Jika aplikasi tersebut sudah selesai, kita bisa menambahkan fitur authentikasi user, menambahkan data kategori, dll. Sehingga kita bisa belajar secara bertahap.
Jika menemukan kesulitan, kita bisa mencoba mencari jawaban di Google, Stack Overflow, sampai dengan Chatbot AI. Ada banyak sumber informasi yang tersedia secara online. Jika tetap tidak menemukan jawaban, jangan takut untuk bertanya di komunitas.
Setelah kita menyelesaikan project sederhana kita, kita bisa memulai untuk mengerjakan aplikasi yang kompleksitasnya lebih tinggi. Selain itu, kita juga bisa berkontribusi di project open source. Hal ini merupakan cara yang bagus untuk belajar, selain kita bisa berkontribusi langsung ke dalam project nyata, kita juga bisa mendapatkan feedback dari orang lain.
Dan yang terakhir, kita bisa mengikuti hackathon. Dengan mengikuti hackathon, kita bisa belajar skill baru, bertemu dengan programmer lain dan membuat sesuatu yang keren.
Sekian postingan saya kali ini. Kesimpulannya adalah tidak masalah untuk mengikuti tutorial selama kita mencoba untuk memahami konsepnya. Setelah kamu menyelesaikan sebuah tutorial, cobalah untuk membuat project kita sendiri. Karena jika kita terlalu banyak mengikuti tutorial, kita akan selalu bergantung pada tutorial dan kita tidak akan pernah merasa siap untuk menghadapi tantangan baru.
Jika kamu mempunyai kritik, saran, ataupun tanggapan lain terhadap tulisan yang saya buat, kamu bisa tuliskan di kolom komentar atau bisa menghubungi saya di fahmisalman(at)gmail.com. Sekian.




