Data Scientist, kita semua mungkin sudah mengetahui profesi yang satu ini. Profesi tersebut pernah dijuluki “The Sexiest Job of the 21st Century” seperti dilansir Harvard Business Review. Meskipun trend data scientist cenderung menurun dari tahun-tahun sebelumnya, namun, data scientist masih merupakan profesi yang banyak diminati.
Saat ini, sudah banyak kurikulum di perguruan tinggi, course, ataupun di tempat lainnya yang menyediakan kurikulum untuk menjadi data scientist. Salah satu sarana yang banyak digunakan untuk mempelajari data science adalah dengan mengikuti online course (Udemy, Coursera, Datacamp, dll.). Alasannya, karena waktunya relatif singkat dibandingkan jika kita harus mengikuti perkuliahan, serta kita bisa mengaksesnya dimanapun dan kapanpun sesuai dengan keinginan kita.
“Apakah online courses bisa membuatmu menjadi data scientist?”
Sebelum kita menjawab pertanyaan tersebut, kita harus tahu dahulu apa saja yang diperlukan untuk menjadi data scientist. Pada dasarnya, ada dua hal utama yang diperlukan untuk menjadi data scientist, yaitu hard-skill dan soft-skill.
Hard-skill pada umumnya meliputi kemampuan matematika, statistika, dan pemrograman. Tentunya kemampuan tersebut merupakan kewajiban yang harus dimiliki oleh data scientist. Namun, hal tersebut belum cukup. Selain harus menguasai hard-skill, kita juga harus mempunyai soft-skill. Hal tersebut, salah satunya dikarenakan perkembangan teknologi yang sangat cepat dimana di zaman sekarang ini sudah banyak tools yang bisa digunakan oleh data scientist untuk mengolah data, melakukan modelling, dll. Selain itu, profesi ini juga mempunyai posisi yang penting untuk menentukan model bisnis dari suatu perusahaan.
Berikut merupakan soft-skill yang umumnya digunakan untuk menjadi data scientist.
- Business understanding — Seorang data scientist harus mampu memiliki pemahaman yang mendalam mengenai bisnis yang sedang dilakukan. Mungkin ada yang bertanya, “mengapa data scientist harus memiliki pemahaman tentang bisnis, sedangkan tugasnya adalah mengolah data?”. Untuk mengolah data, kita harus mengetahui data yang dimiliki dan untuk menghasilkan insight dari data tersebut, seorang data scientist diharuskan memiliki pemahaman mendalam mengenai proses bisnis yang dilakukan.
- Memiliki intuisi terhadap data — Seorang data scientist haruslah bisa mengerjakan pekerjaannya secara efisien. Sehingga, data scientist haruslah memiliki intuisi terhadap data. Intuisi disini maksudnya adalah kemampuan untuk menemukan pola tertentu dari suatu data. Hal ini disebabkan karena data scientist akan dihadapkan dengan banyak metode untuk mengolah data. Dengan mengetahui pola dari suatu data, data scientist bisa menghemat waktu untuk memilih metode yang paling tepat.
- Menerjemahkan bahasa teknologi — Data scientist bisa dibilang sebagai perantara antara tim teknologi dan tim bisnis. Oleh karena itu, seorang data scientist haruslah bisa menerjemahkan bahasa teknologi ke dalam bahasa bisnis. Sehingga kemampuan berkomunikasi juga adalah hal yang penting bagi seorang data scientist.
Seperti yang saya katakan sebelumnya, bahwa untuk menjadi data scientist kita membutuhkan 2 skill utama, yaitu hard-skill dan soft-skill. Pada umumnya, kebanyakan online course yang ada saat ini lebih menitik beratkan pada hard–skill, seperti cara melakukan data cleaning, cara melakukan klasifikasi/clustering, melakukan visualisasi, dll.
Namun, untuk skill lainnya (soft–skill) jarang kita temukan dalam online course. Karena, dalam online course kita cenderung hanya mengikuti apa yang dijelaskan oleh instruktur. Selain itu, skill tersebut juga tidak bisa kita dapatkan secara instant. Artinya, untuk menguasai skill–skill tersebut kita harus banyak berlatih dan memperbanyak pengalaman untuk mengasah kemampuan kita.
Untuk mengasah kemampuan tersebut, kita tidak cukup hanya dengan mengandalkan online course. Kita juga perlu berlatih dengan mengerjakan real project. Mengapa? Dengan mengerjakan real project kita akan berlatih cara memecahkan suatu masalah. Kamu akan menyadari bahwa data yang ada di dunia nyata tidak seindah data yang kita olah pada saat kita mengikuti online course.
Jika kamu merasa tidak percaya diri atau masih kesulitan untuk mengerjakan real project, kamu bisa meminta seseorang untuk menjadi mentor untuk kamu atau mengikuti bootcamp. Dengan begitu, akan ada orang yang memberimu feedback terkait apa yang kamu kerjakan.
Selain itu, untuk lebih mengasah skill dan pengalaman kamu, dianjurkan untuk mengikuti program magang / internship. Hal ini dilakukan agar kamu lebih mengenal situasi dan kondisi yang ada di lapangan. Sehingga, kamu sudah siap ketika suatu saat kamu bekerja sebagai data scientist.
Sekedar informasi juga, jika suatu saat kamu melamar pekerjaan sebagai data scientist, kamu kemungkinan besar tidak akan ditanyakan mengenai berapa course yang sudah kamu ikuti atau berapa banyak sertifikat yang kamu miliki, melainkan project apa saja yang sudah kamu kerjakan dan bagaimana cara kamu menangani project tersebut.
Kesimpulan
Online courses memang tidak membuat kamu langsung menjadi data scientist. Tetapi, online courses bisa membantumu untuk memulai apalagi jika kamu tidak mempunyai latar belakang mengenai data. Dengan mengikuti online course kamu bisa mengetahui apa saja yang dikerjakan oleh data scientist.
Namun, jika kamu ingin menjadi professional data scientist, kamu juga harus melatih soft-skill kamu dan hal tersebut tidak bisa didapat hanya dengan mengikuti online course. Kamu harus melatihnya dengan mengerjakan real data science project.
. . .
Special thanks to Naufal Dzaky Anwari for giving me insight to write this article.




